Story

Harga Kedelai Berjangka Mundur dari Level Puncak Akibat Aksi Ambil Untung

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 31, 20261 min read
Harga Kedelai Berjangka Mundur dari Level Puncak Akibat Aksi Ambil Untung

Summary

Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade turun dari level tertingginya pada hari Senin karena aksi ambil untung investor, meskipun didukung oleh kenaikan harga minyak dan permintaan ekspor yang kuat.

Text size
Background

Harga kontrak berjangka kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun dari level tertinggi kontrak pada hari Senin, tertekan oleh aksi ambil untung para pedagang. Meskipun sempat menguat di awal sesi karena kenaikan harga minyak mentah dan permintaan ekspor yang solid, sentimen negatif dari pasar gandum dan jagung membebani harga pada penutupan.

Aksi Ambil Untung Setelah Capai Puncak

Kontrak kedelai sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa kontraknya di awal sesi perdagangan. Namun, kenaikan ini memicu aksi jual dari para pedagang yang ingin merealisasikan keuntungan (*profit-taking*), sehingga menekan harga kembali turun dari puncaknya.

Menurut laporan dari Investing.com, pelemahan di pasar komoditas biji-bijian lainnya, seperti gandum dan jagung, juga turut memberikan tekanan pada harga kedelai. Kontrak kedelai untuk pengiriman November (new-crop) akhirnya ditutup datar di level $12,88 per bushel.

Faktor Pendukung dan Penekan

Di satu sisi, harga kedelai sempat didukung oleh beberapa faktor fundamental yang kuat. Di sisi lain, beberapa kekhawatiran membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Permintaan Ekspor dan Harga Minyak

  • Permintaan Ekspor: Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan penjualan ekspor sebanyak 159.000 metrik ton kedelai AS ke tujuan yang tidak diungkapkan, yang mengindikasikan permintaan global yang tetap solid.
  • Harga Minyak: Harga minyak mentah naik lebih dari 2% di tengah ketegangan militer antara AS dan Iran. Harga kedelai seringkali berkorelasi positif dengan minyak mentah karena kedelai merupakan bahan baku utama untuk produksi biofuel.

Kebijakan Biofuel dan Kondisi Tanaman

  • Kebijakan Biofuel: Pasar mengantisipasi potensi kebijakan pemerintah AS yang dapat memperluas volume pengecualian bagi kilang minyak dari kewajiban pencampuran biofuel. Langkah ini, jika diterapkan, dapat mengurangi permintaan domestik untuk kedelai.
  • Kondisi Tanaman: Para analis, menurut sumber tersebut, memperkirakan USDA akan sedikit menurunkan peringkat kondisi tanaman kedelai. Perkiraan rata-rata menyebutkan 59% tanaman dalam kondisi baik hingga sangat baik, turun dari 60% pada minggu sebelumnya.
Back to latest news

LATEST