Story
SMBC Sedang Bernegosiasi untuk Meningkatkan Kepemilikan Saham di VPBank Menjadi 20%, Menurut Laporan Reuters.

Summary
Sumitomo Mitsui Banking Corp. asal Jepang dilaporkan sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk meningkatkan kepemilikannya di VPBank Vietnam menjadi sekitar 20%, sebuah langkah yang bertujuan untuk memperdalam kehadirannya di pasar Vietnam yang berkembang pesat.
Sumitomo Mitsui Banking Corp. (SMBC) sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di Vietnam Prosperity Joint Stock Commercial Bank (VPBank) dari 15% menjadi sekitar 20%, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Kesepakatan potensial ini menggarisbawahi strategi pemberi pinjaman Jepang untuk memperluas jejaknya di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di Asia Tenggara.
Valuasi Tetap Menjadi Hambatan
Kedua bank tersebut bertujuan untuk menyelesaikan transaksi tahun ini, tetapi negosiasi menjadi rumit karena perbedaan pendapat mengenai valuasi, kata laporan tersebut. VPBank dilaporkan menginginkan premi yang substansial di atas harga pasar saat ini.
SMBC, unit perbankan inti dari Sumitomo Mitsui Financial Group, dikatakan ragu-ragu untuk membayar premi sekitar 40% yang telah disepakati untuk investasi awalnya pada tahun 2023. Sebagai alternatif dari penempatan saham swasta, SMBC dilaporkan telah mempertimbangkan untuk mengakuisisi saham tambahan di pasar terbuka. Dengan harga saat ini, kepemilikan saham 5% di VPBank bernilai sekitar $425 juta.
AdKonteks Strategis
Langkah ini mengikuti investasi SMBC sebesar $1,5 miliar pada tahun 2023 untuk mengakuisisi kepemilikan saham awal 15% di VPBank. Kepemilikan saham yang lebih besar akan memberikan bank Jepang tersebut akses yang lebih dalam ke sektor perbankan konsumen dan bisnis Vietnam, termasuk pasar asuransi dan kredit, sekaligus mendukung klien korporat Jepang yang beroperasi di negara tersebut.
Secara terpisah, VPBank juga sedang dalam diskusi mengenai penjualan saham lain kepada investor asing, yang dapat menghasilkan antara $700 juta dan $900 juta, menurut laporan Reuters. Ini menunjukkan strategi penggalangan modal yang lebih luas oleh pemberi pinjaman Vietnam tersebut.