Story
Lobi Gandum Rusia: Serangan Ukraina Ancam Ekspor Laut Hitam dan Keamanan Pangan Global

Summary
Kelompok lobi gandum utama Rusia memperingatkan bahwa serangan drone Ukraina terhadap kapal dan pelabuhan dapat menghentikan ekspor dari Laut Hitam, berpotensi mengurangi pasokan gandum global hingga 35 juta metrik ton.
Kelompok lobi gandum utama Rusia pada hari Jumat mengeluarkan peringatan keras bahwa serangan drone Ukraina yang berkelanjutan terhadap kapal dan pelabuhan Rusia dapat segera menghentikan ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Langkah ini berisiko memicu kenaikan harga komoditas global dan mengancam ketahanan pangan di Afrika dan Timur Tengah.
Peringatan Potensi Blokade
Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Persatuan Eksportir dan Produsen Biji-bijian Rusia menyatakan bahwa serangan sistematis yang telah terjadi dapat segera menyebabkan blokade total terhadap koridor ekspor di cekungan Laut Hitam. Eskalasi ini terjadi setelah Rusia dan Ukraina saling menargetkan fasilitas ekspor pertanian dan kapal komersial masing-masing dalam beberapa pekan terakhir.
"Gangguan pengiriman di Laut Hitam yang disebabkan oleh serangan Ukraina terhadap kapal kargo curah dan infrastruktur pelabuhan merupakan ancaman langsung terhadap keamanan pangan global," kata serikat tersebut.
AdDampak Terhadap Pasokan Global
Menurut kelompok lobi tersebut, potensi gangguan pasokan gandum Rusia ke pasar internasional pada musim ini bisa mencapai 30-35 juta metrik ton. Angka ini setara dengan sekitar 15% dari total perdagangan gandum global.
Serikat tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa kekurangan pasokan dalam skala sebesar ini tidak akan mungkin dapat ditutupi oleh peningkatan ekspor dari negara-negara alternatif. Konsekuensi dari serangan tersebut diperkirakan akan dirasakan oleh banyak negara dalam waktu dekat, terutama yang bergantung pada impor dari kawasan Laut Hitam.