Story

Harga Minyak Melonjak Lebih dari $3 Setelah Serangan Baru di Arab Saudi dan Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 13, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak Lebih dari $3 Setelah Serangan Baru di Arab Saudi dan Selat Hormuz

Summary

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3% pada pembukaan pasar hari Senin, dipicu oleh laporan serangan baru di Arab Saudi dan terhadap kapal-kapal di Teluk yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan.

Text size
Background

Harga minyak mentah melonjak lebih dari $3 per barel pada pembukaan perdagangan hari Senin, menyusul berita mengenai serangan baru di Arab Saudi dan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk pada hari Minggu. Perkembangan ini secara signifikan meningkatkan premi risiko geopolitik dan memicu kekhawatiran atas stabilitas pasokan energi global.

Rincian Kenaikan Harga

Menurut data yang dilaporkan oleh Reuters, harga minyak langsung bereaksi tajam begitu pasar dibuka untuk pekan yang baru.

  • Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi patokan global, naik $3,62 atau 3,46%, menjadi $108,23 per barel pada pukul 22:14 GMT hari Minggu.
  • Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $3,15 atau 3,15%, ke level $103,20 per barel.

Kenaikan signifikan ini mencerminkan reaksi langsung pasar terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah selama akhir pekan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi bagi Pasar

Serangan di Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital secara global, selalu menjadi pemicu utama volatilitas di pasar energi. Investor dan pelaku pasar menginterpretasikan peristiwa ini sebagai ancaman langsung terhadap kelancaran arus pasokan minyak.

Kenaikan harga yang tajam ini menunjukkan bahwa pasar sedang memperhitungkan potensi gangguan pasokan yang lebih serius. Para pedagang akan memantau dengan cermat setiap perkembangan lebih lanjut dari wilayah tersebut, karena eskalasi konflik dapat mendorong harga minyak lebih tinggi lagi dalam jangka pendek.

Back to latest news

LATEST