Story

Harga Minyak Mereda Kerugian di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Harga Minyak Mereda Kerugian di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

Summary

Harga minyak mempersempit penurunan sebelumnya pada hari Jumat karena laporan tentang gangguan pasokan Arab Saudi ke Eropa meningkatkan ketegangan geopolitik, mengimbangi harapan akan perbaikan pipa yang cepat dan upaya de-eskalasi diplomatik.

Text size
Background

Harga minyak memangkas kerugian sebelumnya pada hari Jumat, dengan minyak mentah AS berbalik positif, karena investor menilai meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah menyusul laporan pembatalan pengiriman minyak mentah Arab Saudi ke Eropa.

Pada pukul 9:33 pagi ET, patokan internasional minyak mentah Brent turun 0,2% menjadi $104,66 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,4% menjadi $103,30 per barel.

Pasokan Saudi ke Eropa Terganggu

Sentimen pasar bergeser setelah laporan bahwa raksasa minyak milik negara Saudi Aramco telah memberi tahu setidaknya dua pelanggan penyulingan Eropa bahwa mereka tidak akan dapat memasok minyak mentah bulan depan. Gangguan tersebut, yang memengaruhi semua pembeli Eropa, merupakan akibat langsung dari serangan terhadap pipa utama Saudi yang mengangkut minyak mentah ke Laut Merah, menurut laporan Bloomberg yang mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran baru yang signifikan bagi pasar, karena pelanggan Eropa biasanya menerima pasokan bulanan yang stabil melalui kontrak jangka panjang. Berita ini muncul di tengah meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang telah meningkatkan kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran utama.

Ketegangan Geopolitik Meningkat

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konflik tersebut telah memberi pasukan Houthi kendali yang lebih besar atas Selat Bab el-Mandeb, titik penting bagi ekspor minyak Saudi ke pasar global, yang sebanding pentingnya dengan Selat Hormuz. Yang menambah ketidakpastian:

  • Media pemerintah Iran melaporkan pada hari Jumat bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi mereka menyerang kapal tanker minyak berbendera Togo karena diduga mencoba "melewati secara ilegal" Selat Hormuz.
  • Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia hampir mengambil keputusan besar tentang apakah akan melanjutkan operasi militer skala besar terhadap Iran. Ia diperkirakan akan bertemu dengan para pemimpin dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya di Majelis Umum PBB minggu depan.

Faktor-Faktor yang Meredakan dan Prospek

Sebagai penyeimbang kekhawatiran pasokan, ada laporan bahwa Riyadh sedang berupaya memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa Timur-Barat yang rusak dalam beberapa hari, jangka waktu yang jauh lebih cepat daripada perkiraan awal yang memakan waktu berminggu-minggu. Arab Saudi juga dilaporkan telah menawarkan kargo minyak mentah tambahan kepada kilang-kilang di Asia melalui transfer antar kapal untuk menyediakan jalur ekspor alternatif.

Sementara itu, upaya diplomatik sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Tiongkok telah menyerukan pengekangan dari Washington dan Teheran. Dalam sebuah catatan, analis di Deutsche Bank mengatakan dorongan diplomatik Tiongkok "meningkatkan ekspektasi pasar bahwa situasi gangguan pasokan dapat mereda." Namun, prospek pasokan tetap sangat tidak pasti karena para pedagang mempertimbangkan dampak nyata dari gangguan saat ini terhadap potensi de-eskalasi atau konflik regional yang lebih luas.

Back to latest news

LATEST