Story

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2% Setelah Serangan AS di Pulau Larak Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 30, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2% Setelah Serangan AS di Pulau Larak Iran

Summary

Minyak mentah Brent kembali melampaui $90 per barel setelah pasukan AS menyerang fasilitas peluncur rudal Iran di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan.

Text size
Background

Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada perdagangan hari Senin, dengan patokan global Brent kembali diperdagangkan di atas $90 per barel. Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik setelah pasukan Amerika Serikat menyerang dua fasilitas peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Rincian Kenaikan Harga

Menurut data yang dilaporkan oleh Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik $2,22, atau 2,52%, menjadi $90,32 per barel pada pukul 22:02 GMT. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), menguat $2,01, atau 2,41%, ke level $85,41 per barel.

Kenaikan ini mencerminkan reaksi langsung pasar terhadap meningkatnya risiko di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Pemicu Serangan Militer

Kenaikan harga terjadi setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang berlokasi strategis di Selat Hormuz, pada hari Minggu. Laporan menyebutkan bahwa ini merupakan serangan pertama AS yang diketahui publik terhadap negara Teluk tersebut sejak akhir Juli.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selat Hormuz adalah titik vital (chokepoint) bagi sekitar seperlima dari konsumsi minyak global. Setiap aksi militer di wilayah ini secara signifikan meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan.

Implikasi bagi Investor

Bagi pasar dan investor, serangan ini kembali menyuntikkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Pelaku pasar akan memantau dengan cermat setiap balasan dari Iran atau eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.

Ketidakpastian ini dapat menyebabkan volatilitas yang lebih tinggi di pasar energi dalam beberapa hari mendatang. Potensi gangguan aliran minyak dari Selat Hormuz, meskipun belum terjadi, sudah cukup untuk mendorong harga lebih tinggi karena antisipasi pasar terhadap skenario terburuk.

Back to latest news

LATEST