Story

Harga Minyak Menuju Kenaikan Mingguan di Tengah Ancaman Blokade AS terhadap Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 14, 20262 min read
Harga Minyak Menuju Kenaikan Mingguan di Tengah Ancaman Blokade AS terhadap Iran

Summary

Harga minyak mentah naik pada hari Jumat dan diproyeksikan mencatat kenaikan mingguan, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan setelah Amerika Serikat mengancam akan melakukan blokade laut tanpa batas terhadap Iran.

Text size
Background

Harga minyak naik pada hari Jumat dan berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan setelah Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan blokade laut tanpa batas terhadap Iran, yang meningkatkan kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.

Eskalasi Tensi Mendorong Harga

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 12 sen, atau 0,14%, menjadi $87,19 per barel pada pukul 10:47 GMT. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 50 sen, atau 0,62%, ke level $81,75 per barel.

Dengan pergerakan ini, Brent dan WTI diproyeksikan mencatatkan kenaikan mingguan masing-masing sekitar 4,3% dan 4,6%. Kenaikan ini terjadi setelah AS pada hari Kamis menyatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu dan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran menyusul mandeknya perundingan gencatan senjata.

"Kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah ada dalam sejarah isolasi ekonomi suatu negara," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam sebuah wawancara dengan program "Rob Schmitt Tonight" di Newsmax.

Dampak pada Selat Hormuz

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ancaman ini secara langsung berdampak pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menangani sekitar seperlima dari pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) harian global. Analis mencatat bahwa lalu lintas pengiriman melalui selat tersebut telah turun di bawah rata-rata bulanan di tengah klaim kontrol dari AS dan Iran.

"Harapan untuk kembalinya arus normal dari Selat Hormuz kini tiba-tiba sirna dalam waktu dekat," kata Bjarne Schieldrop dari SEB Research. Ketegangan semakin meningkat setelah dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang saat melintasi selat pada hari Kamis, sebuah insiden yang menurut kantor berita negara UEA, WAM, merupakan serangan dari Iran.

Faktor Penyeimbang Pasar

Di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah, terdapat faktor-faktor lain yang dapat menahan laju kenaikan harga. Laporan dari OPEC menunjukkan adanya perkiraan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah di masa depan.

Selain itu, data stok minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga setengah tahun. "Laporan IEA dan EIA minggu ini cukup signifikan. Tingkat penyimpanan bertahan jauh lebih baik dari yang dikhawatirkan, yang seharusnya menarik harga minyak lebih rendah," ujar Norbert Rucker, kepala riset ekonomi di Julius Baer.

Back to latest news

LATEST