Story
Aset-aset Amerika Latin Menurun di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Prospek Suku Bunga Fed

Summary
Saham dan mata uang Amerika Latin jatuh ke level terendah dalam beberapa minggu pada hari Senin, tertekan oleh kenaikan harga minyak yang terkait dengan ketegangan AS-Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut.
Saham dan mata uang Amerika Latin merosot ke level terendah dalam beberapa minggu pada hari Senin karena kombinasi risiko geopolitik dan prospek kebijakan moneter AS yang agresif meredam sentimen investor terhadap aset pasar negara berkembang.
Tekanan Ganda di Pasar
Investor menghadapi dua sumber utama tekanan pasar. Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong harga energi lebih tinggi, dengan minyak mentah Brent naik 1,3% setelah proposal perdamaian dilaporkan ditolak. Menurut sumber tersebut, konflik yang sedang berlangsung telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap pasokan energi global.
Secara bersamaan, dampak kebijakan Federal Reserve AS terus membebani kawasan ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi setelah kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh bank sentral, dengan pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan lebih lanjut. Imbal hasil yang lebih tinggi pada utang AS biasanya meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar, menarik modal dari pasar negara berkembang seperti di Amerika Latin.
AdDampak Regional dan Politik Lokal
Sentimen penghindaran risiko secara luas tercermin dalam tolok ukur regional utama. Indeks MSCI yang melacak mata uang Amerika Latin turun 0,1% ke level terendah dalam dua bulan, sementara indeks saham MSCI yang terkait turun 0,5% ke level terendah dalam lebih dari sebulan, menurut laporan tersebut.
Di Brasil, ekonomi terbesar di kawasan ini, ketidakpastian politik domestik menambah kehati-hatian investor. Dua jajak pendapat yang dirilis Senin dilaporkan menunjukkan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator Flavio Bolsonaro berada dalam posisi imbang secara statistik menjelang putaran pertama pemilihan presiden pada 4 Oktober. Persaingan ketat ini telah menyebabkan banyak investor menunda untuk mengambil posisi baru di aset Brasil.