Story
Saham Exxon Mobil Melonjak, Didorong Sinyal Laba dan Ketegangan Timur Tengah

Summary
Saham Exxon Mobil menguat secara signifikan, didukung oleh proyeksi lonjakan laba kuartal kedua dan kenaikan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kinerja saham ini berbanding terbalik dengan pasar yang lebih luas yang sedang melemah.
Saham Exxon Mobil (XOM) mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan pra-pembukaan, didorong oleh dua katalis utama. Faktor pendorong tersebut adalah sinyal positif dari perusahaan mengenai potensi lonjakan laba kuartal kedua dan kenaikan tajam harga minyak mentah akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Pada 7 Juli 2026, Exxon Mobil merilis laporan kepada regulator pasar modal AS (SEC) yang mengindikasikan bahwa laba kuartal kedua diperkirakan akan meningkat sekitar $5 miliar di atas laba kuartal pertama. Peningkatan ini didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi dan pemulihan margin penyulingan. Akibatnya, analis kini memproyeksikan laba bersih kuartal kedua yang disesuaikan bisa mencapai antara $15,7 miliar hingga $15,9 miliar.
Prospek pendapatan yang positif ini diperkuat oleh guncangan pasokan minyak baru. Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki kapal dagang di Selat Hormuz, yang ditanggapi oleh pemerintah AS dengan mencabut izin yang memperbolehkan penjualan minyak mentah Iran di pasar global. Insiden ini memicu reli harga minyak mentah lebih dari 3% dan meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar energi.
AdSelain itu, bank investasi Barclays juga menegaskan kembali peringkat "Beli" untuk saham XOM, memberikan dukungan tambahan dari analis. Kinerja kuat Exxon Mobil menjadi lebih menonjol karena terjadi saat pasar saham AS secara umum sedang melemah, dengan indeks-indeks utama tercatat turun dalam perdagangan pra-pembukaan. Meskipun saham-saham energi lainnya juga ikut menguat, panduan laba yang spesifik dari Exxon memberikan keunggulan tersendiri bagi saham perusahaan tersebut.