Story

Harga Gandum Eropa Turun karena Aksi Ambil Untung Setelah Reli Juli

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 31, 20262 min read
Harga Gandum Eropa Turun karena Aksi Ambil Untung Setelah Reli Juli

Summary

Kontrak berjangka gandum Eropa melemah pada hari Jumat karena para pedagang merealisasikan keuntungan setelah reli kuat lebih dari 10% pada bulan Juli. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasokan dari Laut Hitam dan revisi turun proyeksi produksi Uni Eropa.

Text size
Background

Harga kontrak berjangka (futures) gandum Eropa turun pada hari Jumat karena para pedagang melakukan aksi ambil untung menyusul kenaikan harga yang signifikan selama bulan Juli. Reli tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pengiriman gandum dari kawasan Laut Hitam.

Detail Penurunan Harga

Menurut data perdagangan, kontrak gandum olahan (milling wheat) untuk pengiriman September di bursa Euronext yang berbasis di Paris turun 2,9% menjadi €222,75 per metrik ton pada akhir sesi perdagangan. Sebagai perbandingan, kontrak tersebut diperdagangkan di level €202,0 per ton pada akhir Juni, menunjukkan kenaikan lebih dari 10% sepanjang Juli.

Penurunan tajam selama sesi perdagangan sore hari ini sejalan dengan pergerakan kontrak acuan di bursa Chicago. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa sentimen aksi ambil untung terjadi secara luas di pasar gandum global.

Konteks Pasar Global

Reli harga gandum baru-baru ini didukung oleh eskalasi konflik di Laut Hitam. Serangan oleh Rusia dan Ukraina yang menargetkan infrastruktur biji-bijian dan kapal telah mengganggu pergerakan kargo dan meningkatkan risiko bagi para importir di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Namun, sentimen pasar pada hari Jumat juga dipengaruhi oleh penguatan mata uang euro. Euro yang lebih kuat dapat membuat ekspor dari Uni Eropa menjadi lebih mahal dan kurang kompetitif di pasar global, terutama saat blok tersebut berupaya menggantikan pasokan dari Laut Hitam.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Proyeksi Pasokan Uni Eropa Mengetat

Di tengah aksi jual jangka pendek, fundamental pasokan justru menunjukkan potensi pengetatan. Komisi Eropa pada hari Kamis merevisi turun proyeksi produksi biji-bijian dan biji minyak (oilseed) Uni Eropa untuk musim 2026/27.

Secara spesifik, proyeksi tersebut mencakup:

  • Penurunan output gandum sebesar 8%.
  • Proyeksi stok akhir diperkirakan akan mengetat menjadi 12,9 juta ton, turun dari perkiraan bulan lalu sebesar 13,8 juta ton dan 16,5 juta ton pada akhir Juni tahun ini.

Pengetatan neraca pasokan ini dapat memberikan dukungan fundamental bagi harga dalam jangka menengah, meskipun pasar saat ini sedang mengalami koreksi teknikal.

Back to latest news

LATEST