Story
Disney Menunjuk CEO Character.AI, Karandeep Anand, sebagai Chief Technology Officer Pertama Mereka

Summary
Walt Disney Company telah merekrut Karandeep Anand, CEO Character.AI, perusahaan AI generatif yang akan segera meninggalkan perusahaan, sebagai CTO pertama mereka. Langkah ini menandai dorongan besar untuk mengintegrasikan teknologi canggih dan AI di seluruh segmen bisnis raksasa media tersebut.
Walt Disney Company pada hari Jumat menunjuk Karandeep Anand, kepala eksekutif layanan chatbot AI generatif Character.AI, sebagai Chief Technology Officer (CTO) pertama mereka. Penunjukan pemimpin teknologi dari luar ini menggarisbawahi fokus strategis Disney pada kecerdasan buatan dan inovasi di tengah disrupsi yang meluas di industri media.
Detail Penunjukan Eksekutif
Menurut laporan Reuters, Anand akan bergabung dengan Disney efektif 2 Oktober dan akan melapor langsung kepada CEO Josh D’Amaro. Dalam peran yang baru dibuat ini, ia akan mengawasi teknologi perusahaan, platform AI, dan tim teknik di semua segmen bisnis.
Sejumlah staf teknis dari Character.AI juga diperkirakan akan mengikuti Anand ke Disney, menurut laporan tersebut. Penunjukan ini merupakan bagian dari perombakan kepemimpinan yang lebih luas, menyusul penunjukan Adam Smith sebagai ketua bisnis streaming Disney pada hari Kamis, yang mempertajam fokus perusahaan pada platform langsung ke konsumennya.
Latar Belakang Teknologi Anand
Anand membawa latar belakang yang mendalam di bidang teknologi perusahaan dan konsumen ke konglomerat media ini. Sebelum memimpin Character.AI, ia menjabat sebagai presiden dan kepala bagian produk di perusahaan teknologi keuangan Brex.
AdPengalaman sebelumnya termasuk peran kepemimpinan senior di Facebook Meta dan masa jabatan 15 tahun di Microsoft, di mana ia merupakan tokoh kunci dalam membangun platform komputasi awan Azure. Pengalaman yang luas ini dianggap penting untuk memandu evolusi teknologi Disney.
Pengawasan di Character.AI
Kepergian Anand dari Character.AI terjadi setelah perusahaan menghadapi tantangan hukum yang signifikan. Perusahaan telah berada di bawah pengawasan untuk beberapa masalah, termasuk:
- Gugatan pada bulan Mei yang menuduh peniruan identitas dokter oleh chatbot.
- Penyelesaian gugatan kematian tidak wajar pada bulan Januari yang melibatkan bunuh diri seorang remaja.
- Surat penghentian dan peringatan dari Disney sendiri pada bulan September 2025 mengenai penggunaan karakter mereka yang tidak sah di platform AI.