Story
Saham Cip Asia Anjlok di Tengah Kekhawatiran Keberlanjutan Reli AI

Saham-saham cip di Asia mengalami tekanan jual pada perdagangan hari Selasa, membalikkan momentum kenaikan yang terlihat di pasar AS pada hari sebelumnya. Saham produsen cip memori Samsung Electronics anjlok hampir 7% meskipun perusahaan melaporkan lonjakan laba operasional kuartal kedua hingga 19 kali lipat. Penurunan ini juga dialami oleh pesaingnya, SK Hynix, yang menyeret indeks KOSPI Korea Selatan turun sekitar 5%.
Pelemahan di pasar saham teknologi Asia ini mengindikasikan bahwa sebagian besar potensi kenaikan dari lonjakan permintaan cip mungkin sudah diperhitungkan dalam harga saham saat ini. Investor tampak semakin khawatir tentang keberlanjutan reli yang didorong oleh euforia kecerdasan buatan (AI). Sebagai catatan, harga saham Samsung telah naik lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini, sementara saham SK Hynix telah melonjak lebih dari tiga kali lipat.
Kondisi ini kontras dengan pasar AS, di mana saham-saham cip sempat menguat pada hari Senin. Reli tersebut didorong oleh berita bahwa Broadcom akan memperpanjang kesepakatan untuk memasok cip khusus kepada Apple hingga tahun 2031, yang turut mengangkat indeks S&P 500 dan Nasdaq. Namun, futures Nasdaq menunjukkan pelemahan lebih dari 1% pada hari Selasa, seiring dengan gejolak di pasar Asia.
AdDi pasar lain, yen Jepang sedikit menguat namun tetap berada di dekat level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar. Sementara itu, harga minyak menanjak setelah adanya laporan bahwa Iran menembakkan rudal ke kapal komersial di Selat Hormuz, dengan minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati $73 per barel. Di sisi lain, saham Microsoft turun setelah mengumumkan pemangkasan sekitar 4.800 pekerjaan di divisi permainannya.