Story

BMW Tunjuk CEO Brussels Airlines Dorothea von Boxberg sebagai Direktur SDM Baru

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 16, 20261 min read
BMW Tunjuk CEO Brussels Airlines Dorothea von Boxberg sebagai Direktur SDM Baru

Summary

Produsen mobil Jerman BMW telah menunjuk CEO Brussels Airlines, Dorothea von Boxberg, sebagai anggota dewan direksi baru untuk bidang sumber daya manusia, di tengah upaya perusahaan untuk melakukan efisiensi dan menghadapi tantangan industri.

Text size
Background

Produsen mobil mewah Jerman, BMW, pada hari Kamis mengumumkan penunjukan Dorothea von Boxberg sebagai anggota dewan direksi baru untuk bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Von Boxberg, yang saat ini menjabat sebagai CEO Brussels Airlines, akan mulai efektif pada 1 September mendatang, menggantikan Ilka Horstmeier.

Detail Pergantian Pimpinan

Dewan Pengawas BMW telah menyetujui perubahan di jajaran dewan direksi ini. Menurut Ketua Dewan Pengawas Nicolas Peter, von Boxberg membawa pengalaman luas dalam mengimplementasikan proses transformasi serta perspektif dari luar industri otomotif.

Von Boxberg sebelumnya juga memegang posisi kepemimpinan di Lufthansa. CEO BMW yang baru, Milan Nedeljkovic, menyatakan keyakinannya bahwa von Boxberg akan menjadi "tambahan yang luar biasa" untuk mengatasi tantangan baru yang dihadapi perusahaan. "BMW Group menghadapi tantangan baru yang memerlukan penyesuaian konsisten terhadap struktur dan cara kerja kami," kata Nedeljkovic.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Tantangan Industri dan Efisiensi

Penunjukan ini terjadi setelah BMW mengeluarkan peringatan laba (*profit warning*) bulan lalu. Perusahaan memangkas prospek labanya, dengan proyeksi margin serendah 1% untuk tahun ini, dan berjanji akan melakukan langkah-langkah pemangkasan biaya tambahan.

Manajemen BMW dan perwakilan staf sedang mempersiapkan pembicaraan untuk mempercepat langkah-langkah efisiensi. Seperti produsen mobil Jerman lainnya, BMW menghadapi kesulitan dalam transisi ke kendaraan listrik (EV) dan persaingan yang meningkat dari Tiongkok, ditambah dengan biaya tarif dari AS dan ketidakpastian geopolitik. Namun, tidak seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz, BMW sejauh ini telah berhasil menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Back to latest news

LATEST