Story

Bursa Asia Anjlok Terseret Aksi Jual Saham Cip, KOSPI dan Nikkei Tertekan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 28, 20262 min read
Bursa Asia Anjlok Terseret Aksi Jual Saham Cip, KOSPI dan Nikkei Tertekan

Summary

Indeks saham di Korea Selatan dan Jepang anjlok tajam dipicu kekhawatiran baru seputar investasi kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya persaingan di industri semikonduktor, menjelang rilis laporan laba raksasa teknologi AS.

Text size
Background

Bursa saham di Asia merosot tajam pada perdagangan Selasa, dengan Korea Selatan dan Jepang memimpin pelemahan. Aksi jual ini dipicu oleh kekhawatiran baru seputar skala investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang memicu gelombang penjualan di saham-saham produsen cip global.

Sentimen regional juga tertekan oleh pelemahan di pasar berjangka AS, di mana Nasdaq 100 Futures yang padat saham teknologi turun 0,7% dan S&P 500 Futures melemah 0,2%. Pelemahan ini terjadi menjelang rilis laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi seperti Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon pekan ini.

KOSPI dan Nikkei Pimpin Pelemahan

Aksi jual paling parah terjadi di pasar saham yang memiliki eksposur besar terhadap industri semikonduktor. Investor semakin khawatir setelah muncul laporan bahwa komitmen pendanaan terkait AI dari NVIDIA Corporation telah melampaui $750 miliar, yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya *leverage* dan apakah permintaan infrastruktur AI dapat mengimbangi investasi yang masif.

  • Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 9% ke level terendah sejak pertengahan April, bahkan sempat memicu mekanisme *sidecar* dan *circuit-breaker*.
  • Di Jepang, indeks Nikkei 225 jatuh sebanyak 4% ke level terlemah sejak 22 Mei, sementara indeks TOPIX yang lebih luas turun 3%.

Saham-saham produsen cip besar menjadi korban utama. Raksasa memori Korea Selatan, SK Hynix Inc, anjlok hingga 13%, sementara Samsung Electronics Co Ltd turun hingga 10%. Di Jepang, saham Tokyo Electron Ltd. dan Disco Corp merosot lebih dari 9%.

Persaingan dari Tiongkok Menambah Tekanan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sentimen memburuk lebih lanjut setelah laporan dari The Information menyebutkan bahwa sebuah perusahaan yang didukung negara Tiongkok telah memulai produksi massal mesin litografi ultraviolet dalam (DUV). Berita ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang persaingan yang semakin ketat bagi produsen peralatan semikonduktor Jepang dan pemimpin industri Eropa, ASML Holding NV.

Di pasar lain, S&P/ASX 200 Australia turun 0,3% dan Straits Times Index Singapura melemah 0,5%. Pelemahan ini terjadi meskipun harga minyak mentah turun, yang seharusnya meredakan kekhawatiran inflasi, namun tidak cukup untuk mengimbangi aksi jual yang dipimpin oleh sektor teknologi.

Pasar Tiongkok Lebih Resilien

Berbeda dengan pasar regional lainnya, saham-saham teknologi di Tiongkok dan Hong Kong menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,3%, meskipun indeks Shanghai Composite dan CSI 300 di Tiongkok daratan masing-masing turun 0,6% dan 1,2%.

Ketahanan ini didukung oleh optimisme investor terhadap upaya Beijing untuk mencapai swasembada semikonduktor. Debut sukses CXMT Corp di bursa Shanghai dan laporan mengenai kemampuan litografi DUV domestik memperkuat keyakinan bahwa produsen lokal dapat memperkecil kesenjangan teknologi dengan para pesaing global. Kini, fokus pasar beralih ke serangkaian agenda penting, termasuk keputusan kebijakan dari Federal Reserve, Bank of Japan, dan Bank of England.

Back to latest news

LATEST