Story
Saham Air Canada Anjlok Akibat Pergantian CEO dan Tekanan Pasar

Saham Air Canada (AC) anjlok hampir 4,0% ke level C$24,36 dalam perdagangan hari ini. Penurunan tajam ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk pengumuman pergantian kepemimpinan, tantangan operasional yang sedang berlangsung, dan tekanan pasar yang lebih luas.
Pemicu utama adalah berita bahwa Anko van der Werff, yang saat ini menjabat sebagai CEO Scandinavian Airlines, akan mengambil alih posisi Presiden dan CEO Air Canada pada akhir Januari 2027. Ia akan menggantikan Michael Rousseau, yang pensiun efektif 31 Agustus 2026. Penunjukan kandidat dari luar perusahaan ini menimbulkan ketidakpastian bagi para investor, terutama saat saham tersebut diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam 52 minggu.
Berita ini datang di tengah kondisi jangka pendek yang sudah rapuh bagi maskapai tersebut. Air Canada baru-baru ini mengumumkan akan kembali mengurangi penerbangan ke Amerika Serikat di tengah tingginya biaya bahan bakar jet dan melemahnya permintaan perjalanan. Manajemen juga telah menyoroti tantangan seperti biaya unit yang lebih tinggi dan siklus belanja modal puncak yang akan menekan arus kas bebas pada tahun 2026.
AdSelain itu, sentimen pasar secara umum memperburuk tekanan jual. Pasar saham Amerika Utara melemah setelah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait kesepakatan damai dengan Iran. Hal ini menyebabkan lonjakan harga minyak, yang merupakan beban biaya langsung bagi maskapai penerbangan, dan mendorong investor untuk menghindari aset berisiko.